Menu

Mode Gelap

Health · 9 Des 2021 23:12 WIT ·

Satgas Covid-19 Tegaskan Varian Omicron Belum Masuk Indonesia


 Satgas Covid-19 Tegaskan Varian Omicron Belum Masuk Indonesia Perbesar

Suara.com – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menegaskan hingga saat ini varian B.1.1.529 atau Omicron belum masuk ke Indonesia.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan pemerintah terus melakukan pemeriksaan pada setiap orang yang masuk di pintu kedatangan internasional dan belum ditemukan varian Omicron.

“Sampai sekarang belum ditemukan kasus dengan varian Omicron,” kata Wiku dalam jumpa pers, Kamis (9/12/2021).

Wiku menyebut kapasitas alat testing di Indonesia masih mampu untuk mendeteksi semua varina covid-19 sehingga bisa membendung masuknya kasus virus baru dari luar negeri.

“Saat ini laboratorium di seluruh Indonesia telah mampu mendeteksi karakteristik genetik kepada sekitar 500-600 sampel per hari, untuk mendukung upaya peningkatan sequencing,” ungkapnya.

Sejauh ini, Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada 4.821 kasus mutasi virus Covid-19 di tanah air yang termasuk dalam varian yang menjadi konsen atau variant of concern dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Ribuan varian itu terdiri dari 76 kasus varian Alpha, 22 kasus varian Beta, dan 4.732 kasus varian Delta.

Angka tersebut didapatkan dari 8.578 jumlah kumulatif sekuens yang diperiksa sejak Januari – 13 November 2021.

Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan aturan karantina yang ketat bagi pelaku perjalanan dari luar negeri selama 10 hari.

Pemerintah kata dia, juga telah menjaga pintu masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan dalam 14 terakhir dari 11 negara yang telah terjadi transmisi lokal varian Omicron.

11 negara yang diblokade itu antara lain; Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong.

Peraturan ini dikecualikan kepada pemegang visa diplomatik dan dinas, pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/kenegaraan, masuk dengan skema Travel Corridor Arrangement, dan delegasi negara anggota G20.

Warga Negara Indonesia (WNI) dengan riwayat perjalanan dari negara-negara itu tetap diperbolehkan pulang, tapi akan dikarantina selama 14 hari setibanya di tanah air.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Tidak Memiliki Anggaran, Ruas Jalan di Ternate Gelap

31 Mei 2022 - 01:25 WIT

Tokoh Pemuda Salero, Keluhkan Pemadaman Lampu Jalan

31 Mei 2022 - 00:58 WIT

Kelapa Bakar Ternate dan Khasiatnya di Ranjang

30 Mei 2022 - 23:19 WIT

Jum’at Berkah, MCM Bagi Bagi Nasi Kotak Untuk Masyarakat dan Musafir

27 Mei 2022 - 22:43 WIT

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Ternate

15 Mei 2022 - 09:32 WIT

PSI : Sultan Tidore Terbanyak di Bahas Untuk Calon Gubernur Malut 2024

11 Mei 2022 - 08:08 WIT

Sultan Tidore, H. Husain A. Sjah, SE.,MM
Trending di News